Featured Post Today
print this page
Latest Post
Showing posts with label Diabetes Melitus. Show all posts
Showing posts with label Diabetes Melitus. Show all posts

Apa Beda GDA, Gula Darah Puasa dan 2 jam PP?


Jangan heran ketika anda menjalani tes kesehatan untuk masuk di suatu perusahaan, tiba-tiba anda diharuskan untuk melakukan pemeriksaan Gula darah. Mungkin anda berkata, “ Saya sehat, kenapa harus di periksa gula darah?”. Memang benar tapi perlu di pahami Pemeriksaan gula darah memang sudah umum di gunakan untuk mengetahui kondisi gula darah seseorang terutama yang berhubungan dengan penyakit diabetes. Tidak selau diabetes sih, hanya saja umumnya pemeriksaan seperti ini memang diperuntukkan bagi orang yang dicurigai terkena diabetes atau orang yang beresiko tinggi terkena diabetes. Lantas ada beberapa orang yang akhirnya bingung, karena di hasil yang tertulis, tersebut gula darah acak, gula darah 2 jam PP, dan gula darah puasa. Apakah ketiga nama jenis pemeriksaan ini bermaksud sama? Atau beda. Lalu apa perbedaannya?

Gula darah memang sangat berhubungan dengan makanan yang di konsumsi oleh seseorang. Jumlah, jenis maupun waktu. Secara umum, gula darah seseorang akan berbeda saat ia bangun tidur, mau tidur atau sedang beraktifitas. Angka gula darah juga akan berubah manakala seseorang melakukan pemeriksaan ini setelah makan. Pun demikian dengan orang yang sedang puasa. Nah, inilah yang menjadi dasar pertimbangan adanya pemilahan gula darah menjadi tiga bagian rutin. Semua bermaksud untuk mengetahui apakah seseorang itu mengalami gangguan dalam metabolisme glukosa atau tidak? 

Baiklah, agar lebih faham, di sini akan di jabarkan apa dan bagaimana pemeriksaan gula darah itu. satu persatu. Simak ya....

Gula darah sewaktu atau Gula darah acak ( GDA )
Adalah jenis pemeriksaan gula darah yang dilakukan kapanpun tanpa memperhatikan wkatu maupun kondisi seseorang. GDA ini bisa di lakukan saat pasien bangun tidur, sedang beraktifitas, setelah makan ngemil dan lain-lain. Pagi sore malam pun tidak ada masalah. Oleh karena itulah disebut pengukuran gula darah acak. Biasanya jika normal, maka akan di temukan angka gula darah yang ada didalam batas normal.  Adapaun angkanya bisa berubah kapanpun, sesuai dengan aktifitas dan jenis makanan yang dia makan sebelum tes. Namun pada umumnya kadar normal gula darah berada di angka 80-120 mg/dL atau 4.4-6.6 mmol/L jika melakukan tes sebelum makan atau setelah bangun tidur dan angka normal adalah 100-140 mg/dL atau 5.5-7.7 mmol/L Jika melakukan tes pada waktu ingin tidur.

Gula darah setelah makan, atau 2 jam PP
Maksudnya adalah memeriksa kadar gula darah setelah 2 jam makan. Dokter akan menyuruh anda makan seperti biasanya. Dua jam setelahnya anda akan di periksa gula darahnya. Gunanya adalah untuk menilai seberapa besar fungsi pankreas atau insulin yang di keluarkan oleh pankreas untuk menetralisisr gula darah. Pada umumnya setelah makan pasien akan mengalami kenaikan gula darah dan akan berangsur normal setelah kira-kira dua jam setelahnya. Nah, apada pasien pra maupun diabetes ditemukan angka yang tidak normal atau di atas ambang batas noirmal. Adapun angka yang di tampilkan adalah kurang dari 140 mg/dL atau 7.8 mmol/L (orang yang berusia di bawah 50 tahun. 150 mg/dL atau 8.3 mmol/L untuk mereka yang berusia 50-60 tahun, kadar normalnya adalah kurang dari. Jika Anda berusia 60 tahun ke atas, maka kadar normal gula darah adalah 160 mg/dL atau 8.9 mmol/L.

Gula darah puasa
Pemeriksaan ini di lakukan untuk mengetahui seberapa besar respon insulin dalam menyeimbangkan gula darah. Anda mungkin akan di suruh berpuasa selama 8 jam penuh tanpa makan oleh petugas kesehatan. Ya, tanpa makan apapun kecuali minum air putih. Setelah delapan jam selesai, maka sampel sudah dikatakan ideal untuk mendapatkan angka gula darah puasa. Gula darah puasa anda di anggap normal jika hasil ada di antara angka 70 hingga 99 mg/dL (3.9 to 5.5 mmol/L) , Jika di temukan angka Dari 100 hingga 125 mg/dL itu adalah kondisi pra diabet, sedang jika gula darah puasa anda di atas 125, sudah bisa di katakan jika andarentan terkena diabet.

Menurut dokter  penyakit dalam ada satu lagi pemeriksaan sebagai pelengkap atau justru lebih akurat dari ketiga jenis pemeriksaan di atas.Ya, mungkin dokter anda akan segera menganjurkan untuk periksa HbS1C (ulasan lengkapnya ada di “ Apa itu pemeriksaan HbS1C?” ), untuk benar benar menegakkan diagnosa diabetes.

Selamat sehat.....


   


Dialah HbA1c, Cara 'Baru' Mendiagnosa Diabetes. Simak!

periksa-diabetes-HbA1c-diabetes
Dibetes militus (DM) masih saja menjadi satu dari sekian banyak penyakit kronis yang berbahaya. 1 dari sekian banyak penyebab kematian di dunia. Karena nya perlu penanganan yang memadai di mulai dari diagnosa DM yang tepat. Selama ini kita mengenal dua jenis alat diagnosa apakah seseorang terkena diabetes atau tidak. Pertama adalah tes gula darah 2 jam setelah makan dan gula darah puasa. Namun adakalanya dokter mewajibkan kita untuk memeriksakan juga HbA1c.  Agak terdengar asing, sih.... Mungkin Karena selama ini kita sudah terlanjur dua jenis alat diagnosa umum bagi pasien seperti penjelasan di atas. 

Jika kita tahu mungkin kita tidak akan terkejut. Karena ternyata pemeriksaan HbA1c ini memang sudah sering di gunakan para dokter utuk menegakkan diagnosa terhadap diabetes. Hanya saja mungkin karena terbatasnya sosialisasi sehingga masih terdengar aneh. Secara kebetulan, nama pemeriksaan itu terbilang agak sulit di ucapkan sehingga pemeriksaan ini menjadi makin tidak familier.  Agar lebih baik pemahamnnya, mari kita simak dulu apa pengertian dari HbS1c itu? Yuk...

Apakah HbA1c itu ? 

HbA1c atau bisa disebut juga hemoglobin terglikasi adalah zat yang terbentuk dari reaksi antara glukosa dengan hemoglobin (Hb). Hemoglobin sendiri adalah bagian dari sel darah merah. Jumlah HbA1c yang terbentuk, tergantung kadar glukosa. HbA1c yang terbentuk akan tersimpan dan tetap bertahan di dalam sel darah merah selama ± 3 bulan. 

Kenapa Harus HbA1c? Apa perbedaan dengan pemeriksaan lainnya?

Walau sama-sama di lakukan di laboratorium dengan memeriksa sampel darah. Namun pemeriksaan ini berbeda dengan pemeriksaan pasien sejenis. Sudah saya jelaskan di atas, bahwa komponen ini akan bertahan dalam darah sesuai masa hidup sel darah merah yaitu 120 hari. Karena kadar glukosa dari komponen ini bertahan lama, maka kita bisa menggambarkan rata-rata kadar glukosa darah selama 2-3 bulan. Karena itu diagnosa diabetes tidak akan bisa di bohongi jika sudah melihat pemeriksaan HbA1c ini karena kadar glukosa bisa di deteksi lebih lama.

Lalu apa perbedaanya dengan pemeriksaan diabetes militus yang sudah umum. Perbedaan nya adalah pada waktu. Pada saat kita periksa gula darah 2 jam PP dan gula darah puasa, kita hanya akan bisa melihat hasil gula darah pada saat itu saja. Sedangkan jika kita melihat dengan pemeriksaan HbA1c, dokter akan bisa melihat rata-rata gula darah dalam rentang waktu yang lebih lama yaitu 2-3 bukan. Disamping itu pemeriksaan ini juga tidak terpengaruh dengan kondisi asupan makanan, stress, olahraga ataupun obat yang dikonsumsi oleh pasien yang  sangat berpengaruh pada pemeriksaan lain.

Nilai pemeriksaan HbA1c bisa kita lhat dalam tabel di bawah ini.

Baik : Kadar HbA1c <6,5 % di dapatkan pada orang normal
Sedang : Kadar HbA1c 6,5 % - 8 % di dapatkan pada orang pre diabet
Buruk : Kadar HbA1c >8 % di dapatkan pada pasien diabetes

Kelemahan pemeriksaan ini adalah angka yang keluar masih bergantung pada usia, jenis kelamin dan suku tertentu. Hanya saja pengaruhnya tidak terlalu signifikan.

Manfaat pemeriksaan HbA1c 

Selain menunjukkan atau menegakkan diagnosa tepat terhadap penderita diabetes, pemeriksaan ini juga sangat berguna untuk menentukan terapi yang diberikan dokter terhadap para diabetesi, di mana jika semenjak awal dideteksi, semakin awal untuk mengontrol gula darah dengan tepat. Selain itu, dari pemeriksaan ini, dokter bisa meng evaluasi progrees atau perkembangan terapi diabetes yang sudah di berikan.

Oke, kini kita sudah tahu sedikit banyak tentang pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosa diabetes. Semoga semakin menambah wawasan kita terutama para pasien untuk penanganan diabetes yang lebih efektif.
Selamat sehat...


Gula Darah Turun Dengan Daun Belimbing Wuluh

obat-diabetes-kencing-manis
Mulanya saya mendengar blimbing wuluh hanyalah tanaman super masam yang cocok untuk bumbu masakan saja. Tidak menyangka sama sekali bahwa tumbuhan yang buahnya menggerombol ini ternyata mampu hancurkan diabetes militus. Penyakit metabolik akibat kelaianan pada pankreas. Khasiat blimbing wuluh itu tepat ada pada daunnya, bagian tumbuhan yang biasanya hanya akan membuat jengkel ibu-ibu rumah tangga saat rontok mengotori halaman rumah.

Yah, daun belimbing wuluh inilah yang di gunakan untuk menurunkan kadar gula dalam darah seseorang. Pilihan yang tepat kiranya melihat begitu mudah dan murahnya mendapatkan bahan herbal ini. Sebuah pilihan yang lebih baik mungkin jika dibandingkan dengan pengobatan secara medis yang sangat mengandalkan obat yang di minum seumur hidup. Jika anda serius dengan terapi ini, mungkin anda juga harus berfikir untuk menanamnya juga. 

Menuru sebuah riset, daun belimbng wuluh mampu menurunkan gula darah sampai lima puluh persen. 


Bagaimana cara menggunakan

Seperti yang sudah di tekuni oleh Ahid iwanudin seorang penderita diabetes militus yang pernah mengalami kadar gula sampai 425 mg yang kisahnya di muat di majalah trubus. Awalnya ia ragu untuk menerapkan herbal ini. Namun karena mungkin ia takut dengan efek candu dalam konsumsi obat diabetes dari dokter, ia memilih membuat obat tradisional sendiri untuk mengendalikan kadar gula darahnya. 

Setelah sebulan mengkonsumsi, kadar gulanya yang mulanya sangat tinggi berangsur turun bahkan bisa sampai 175 mg, kabar gembiranya luka yang sulit ia sembuhkan juga ikut mengering dan beransur sembuh. Bonusnya asam urat dan kolesterol yang pernah tinggi, ikut-ikutan turun. Bahkan manfaatnya juga akan dirasakan pada para penderita asma dan batuk kronik


Cara membuat ramuan daun belimbing wuluh

Caranya ambil daun belimbing wuluh segar sebanyak 25 mg. Seduhlah dengan memcampurkan air panas sebanyak 250 ml (kurang lebih 1 gelas minum kecil). Lalu diamkanlah beberapa saat, baru di minum. Frekuensi pembuatan diminum 2 kali sehari pagi dan sore hari.

Adapun untuk terapi asma dan batuk, memetik daun belimbing wuluh ke 3 sampai ke 7 sebanyak dua tangkai di tambah bunag belimbing wuluh dengan perbandingan seimbang. Campuran tersebut kemudian direbus dengan campuran 3 gelas air hingga mendidih dan tersisa 2 gelas. Racikan herbal tersebut bisa di minum 2 kali sehari.


Selamat sehat....

Mengapa penderita diabetes tidak boleh stres?

kencing-manis-dilarang-stres
Saya tahu bahwa diabetes militus bukanlah penyakit yang ringan, seringan sakit panas yang bisa disembuhkan dengan minum obat penurun panas. Diabetes juga bukanlah penyakit influenza yang jika digunakan istirahat bisa reda sendiri. Diabetes adalah penyakit mengkhawatirkan jika tidak boleh dibilang meyeramkan. Bayangkan penyakit ini bisa mengajak penyakit lain ikut bersarang di dalam tubuh seperti penyakit jantung, kolesterol, darah gagal ginjal dan stroke. Diabetes tentu juga mengharuskan seseorang menghindari makanan-makanan tertentu ( kebanyakan yang enak-enak ) yang kadang justru lebih menyiksa dari pada rasa sakit itu sendiri. Saya tahu bahwa diabates adalah penyakit yang kata medis nyaris tidak bisa disembuhkan. Tapi apakah ini menjadi alasan anda langsung down, kehilangan semangat, bahkan stres berkepanjangan? Bolehlah anda stres, itu manusiawi, tapi jangan lantas itu menjatuhkan anda. Karena jika anda jatuh saat divonis dokter terkena diabetes, tindakan stres itu justru semakin menjatuhkan anda. Anda mesti tahu bahwa orang yang terkena diabetes itu dilarang stres. Mau tahu alasannya?

Mengapa saat stres, gula darah naik?


Saat kita stres, kelenjar pituitari di dalam otak sana menurunkan produksi hormon serotonin. Serotonin adalah hormon yang teramat kompleks dengan banyak tugas, misalnya mengatur mood, mempengaruhi kelenjar pankreas mengeluarkan insulin dan lain-lain. Karena saat stres produksi serotonin berkurang, maka kemampuannya untuk meningkatkan produuksi insulin berkurang, akibatnya hormon insulin pun minim. Apa yang terjadi saat kelenjar insulin memproduksi insulin dalam jumlah yang sedikit? Yang sudah mengerti seluk beluk penyakit gula mungkin langsung faham. Tapi baiklah, saya akan menjelaskan pada yang belum mengerti saja.

Insulin adalah hormon yang diproduksi pankreas untuk mengatur/menurunkan kadar glukosa dalam darah, dengan cara membantu glukosa untuk masuk ke dalam sel yang memang membutuhkan glukosa untuk hidup. Sederhananya, insulin membuat kadar gula darah seseorang stabil. Nah, saat kita stres, hormon serotonin diproduksi dalam jumlah sedikit, insulin otomatis berkurang, dan ini mengurangi kemampuannya menetralisir gula darah. Karena darah kekurangan pasokan insulin, glukosa darah akan tetap berada pada aliran darah tanpa bisa memasuki dinding sel, maka terjadilah kenaikan gula darah.

Bisa di bayangkan bukan, bagaimana jadinya saat seseorang penderita diabetes mengalami stres. Ia akan sulit menurunkan kadar gula dalam darahnya yang memang tanpa strespun sudah tinggi.

Penurunan Serotonin membuat mood seseorang kacau

letak-kelenjar-pituitary-gland-anatomi
kelenjar pituitary
pusat pengendali mood dll
Eits..,jangan disangka sebab naiknya gula darah karena penurunan insulin saja. Ada sebab lain yang membuat warning bagi penderita diabetes.

Kembali ke hormon serotonin yang fungsi lainnya adalah mengatur mood seseorang. Saat stres hormon serotonin akan berkurang, implikasinya....mood seseorang akan susah diatur alias berantakan. Ia akan cenderung agresif dan gampang emosi. Ciri-ciri yang lain, ia akan melampiaskan semua kegalauan ke hal-hal lain yang bisa membuat mereka nyaman. Contohnya menambah variasi dan jumlah makanan. Ia akan lebih sering ngemil maupun makan berat. Hal yang mungkin bisa dikendalikan saat tidak stres.

Dan inilah pangkal dari bahaya stres saat anda terdiagnosa diabetes. Jangan menyangkal jika diabetes adalah penyakit akibat kesalahan pola hidup. Orang yang cenderung berpola makan kaya akan gula dan lemak akan dekat dengan penyakit ini. Demikian juga dengan penggila makanan berkarbohidrat sederhana sepeerti nasi, roti putih dan sebagainya. ( Karbohidrat sederhana? Komplek? Cari tahu di “ Apa bedakarbohidrat sederhana dan kompleks? )

Hari-hari orang stress akan disibukkan di dua tempat. Pertama meja makan dan yang kedua tempat tidur. Karena tidak bisa mengatur mood, orang yang sedang stres akan cenderung makan apa saja. Termasuk makanan-makanan yang harus di kurangi para diabetesi. Setelah makan, ia akan banyak menghabiskan waktunya di tempat tidur, walau mungkinn tidak tidur. Kondisi kurang gerak di tambah dengan konsumsi makanan yang over itulah yang menyebabkan seseorang mengalami kegemukan.

Lalu apa yang mesti di lakukan?

Terus kita harus bagaimana agar kita tidak stres? Ya jangan stres. Gitu aja kok repot. Hmmm...

Memang mendengar sesuatu yang tidak mengenakkan itu rasanya tidak enak. Tapi kalau kita sadar bahwa dalam kehidupan ini kita selalu di uji, seharusnya kita tidak akan mengalami stres. Iklaskan.... Ini pasti adalah jalan yang sudah di tetapkan oleh-Nya.

Sambil belajar iklas, lakukanlah kegiatan-kegiatan yang mampu membuat anda gembira. Seperti olahraga, mengerjakan hobi, bergaul dengan teman, dan jangan lupa dekatkan diri anda pada-Nya. Semua itu adalah usaha anda menigkatkan produksi serotonin dalam otak anda sehingga gula darah anda akan terus stabil.

Diabetes mungkin menjatuhkanmu, tapi dengan keyakinan tinggi, kita pasti bisa bangkit dan berdiri gagah menghadapinya.

Selamat sehat....



Amankah pemanis buatan yang anda konsumsi?

Para penderita diabetes atau kencing manis merasa sangat tertolong dengan adanya gula buatan karena melalui bahan tersebut mereka masih bisa merasakan manisnya gula. Ya, gula buatan akan membuat gula darah para diabetesi terkontrol walau mereka meminum minuman manis sekalipun. Apa itu gula buatan/pemanis buatan? pemanis buatan adalah pemanis yang bukan berasal dari gula alami (sukrosa, glukosa, fruktosa, dan sebagainya), melainkan dihasilkan dari suatu reaksi kimia tertentu. Gula buatan tidak mengandung kalori karena tidak di  metabolisme oleh tubuh. 

Namun nampaknya masa jaya pemanis buatan ini akhir-akhir ini sedikit  meredup akibat banyaknya indikasi gangguan kesehatan seperti kangker yang di sinyalir berasal dari penggunaan gula buatan ini. 

Kasak-kusuk merebak, antara yang yakin akan ke amannanya dengan yang masih takut-takut untuk mencobanya. Beberapa penelitian dengan hasil yang berbeda  seakan menambah bingung masyarakat yang ingin atau bahkan kadung menkonsumsi gula buatan ini.

Sebenarnya aman tidak, sih menggunakan gula jenis ini?

Sangat subyektif menilai gula buatan ini termasuk aman atau tidak. Namun BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) menyatakan bahwa pemakaian gula ini aman asal tidak berlebihan dan di konsmsi dalam jangka waktu lama.  

Lagi pula batas aman konsumsi bahan ini mengacu pada  nilai ADI (acceptable daily intake). ADI diartikan sebagai jumlah maksimum senyawa kimia yang bisa dikonsumsi setiap hari secara terus menerus tanpa menimbulkan gangguan pada kesehatan. Contohnya pada penggunaan Siklamat pada manusia mempunyai nilai ADI maksimum 11 mg/kg berat badan. Sayangnya masyarakat awam masih belum bisa menerapkan ADI karena kurang praktis dan masih membutuhkan perhitunganlagi. 

Jenis gula buatan seperti siklamat dan aspartan telah dinyatakan aman untuk di gunakan. Hal ini di klaim langsung oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
    
seperti penjelasan Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib, berikut "Aspartam dan siklamat merupakan pemanis buatan yang diizinkan untuk digunakan dalam pembuatan produk makanan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 722 tahun 1988," 

Pemanis buatan apa saja yang aman konsumsi?

Beberapa jenis gula buatan di bawah ini juga telah dinyakan aman untuk di konsumsi sebagai bahan tambahan makanan atau minuman. Jenis gula buatan tersebut seperti : 

Stevia
Produk ini diekstrak dari daun Stevia, karenanya dianggap lebih alami dari semua jenis pemanis buatan. FDA mengizinkan produk ini dijual bebas. Namun demikian  gula buatan yang 250-300 kali lebih manis dari gula alami ini, masih ada yang meragukan keamanannya hingga sekarang.

Sukralosa
Tak tanggung-tanggung, Lebih dari 100 studi menyebut produk ini aman. Rasanya yang 600 kali lebih manis dari gula alami ini seakan membuat keuntungan bagi penikmatnya untuk menikmati makanan manis tanpa harus merasa kawatir. 

Sakarin

Produk ini sudah lama beredar di pasaran. Pemanis yang berasa agak pahit jika dipanaskan ini sempat dicurigai dapat meningkatkan risiko kanker. Namun, ada lebih dari  30 penelitian ilmiah menyatakan sakarin cukup aman untuk dikonsumsi. Sakarin Banyak digunakan sebagai bahana tanbahan makanan kemasan,  permen karet  dan beberapa minuman ringan.

Selain beberapa gula buatan di atas masih ada jenis yang aman konsumsi lainnya seperti acesulfam-K, alitam, neotam, isomalt,xilitol, maltitol, manitol, sorbitol, dan laktitol. 

Jadi tips yang paling mendekati aman untuk konsumsi gula buatan ini adalah, menkonsumsi gula buatan ini boleh bagi penderita diabetes atau yang sedang menjalani diet gula. jika masih sehat lebih disarankan menggunakan gula biasa saja.
Selamat sehat....





Gejala Awal Diabetes militus Ini Jangan Diabaikan

gejala-diabetes-militus-kencing-manis
Penderita diabetes militus/kencing manis seringkali tidak menyadari bahwa pelan-pelan ia mengalami tahap pra-diabetes sebagai pintu awal sebelum  benar-benar mengidap dibetes. Bahkan mungkin tidak sadar bahwa sebenarnya sudah bertahun-tahun mereka mengidap diabetes. Semua itu karena gejala-gejala diabetes, apalagi yang masih stadium dini, sangat sukar diamati. Penderita mungkin  tidak merasakan apa-apa  atau merasa baik-baik saja, sampai penyakitnya benar-benar telah memburuk.

Itulah mengapa diabetes militus tergolong menjadi salah satu pembunuh dalam diam atau the silent killer. Lalu apakah tidak ada yang bisa anda lakukan untuk mencegah hal ini atau. Paling tidak menyadari diabetes lebih awal? Tenang. Walaupun memang gejala diabetes tidak terlalu spesifik, tetap saja gejala-gejala awal bisa dipelajari untuk menentukan sedini mungkin tindakan selanjutnya. Anda hanya perlu duduk manis, dan kembali menyimak penjelasan satu persatu dari artikel ini.

Siap? Sekarang saatnya anda mengetahui beberapa gejala awal yang mungkin timbul saat anda menderita diabetes. Dan inilah beberapa diantaranya :

Rasa haus terus menerus
Saat anda merasa sudah minum banyak air namun masih sering merasa kurang, barangkali itu petunjuk bahwa gula darah anda naik. Apalagi rasa haus itu dibarengi dengan permukaan bibir yang kering. Anda sudah harus mulai waspada adanya sesuatu yang tidak beres dengan gula darah anda.

Keadaan sering haus ini dipicu oleh tingginya kadar gul darah seseorng. Tinggi nya kadar gula darah membuat sel menggunakan lebih banyak air dalam proses osmosis. Karena itulah orang yang mengalami hyperglikogen akan meminum banyak air untuk memenuhi kebutuhannya tersebut.

 Sakit kepala ringan

Ketika gula darah meningkat, tubuh merasa lemas karena kurang energi. Demikian juga dengan kepala. Pada saat hiperglikemi,  penderita akan mengalami sakit kepala ringan secara terus menerus, karena tubuh termasuk sel saraf kekurangan glikogen.

Dehidrasi

Sekalipun pengidap diabetes sudah mencukupi minum, namun masih merasa kurang sepeti sedang dehidrasi. Seperti tanda-tanda rasah aus di atas, kekurangan air oleh penderita diabetes ini disebabkan karena kebutuhan air yang relatif lebih banyak pada penderita atau yang sedang menglami masa awal sakit dibetes.Tanda-tanda ini sering juga disertai tubuh lemas dan letih karena kurang energi.

Nafsu makan meningkat

Ingin makan ini dan itu walaupun baru saja selesai makan adalah salah satu tanda gula darah meningkat.

Sebabnya adalah, pada penderita diabetes, glikogen sebagai “makanan” sel, kurang mampu untuk menembus memban atau kulit sel, sehingg kebutuhan sel terhadap glikogen tidak terpenuhi. Karena sel tidak mendapatkan cukup glikogen, sel akhirnya menggirim sinyal lapar kepada otak agar segera bisa memenuhi kebutuhan glikogen. Inilah yang menyebabkan pada penderita diabetes, nafsu makan menigkat meski sudah makan banyak. Ada baiknya minum air putih lebih dahulu untuk memastikan apakah Anda benar-benar lapar atau hanya lapar otak atau lapar karena ingin saja.

Berat badan turun

Pada penderita diabetes, sel akan selalu mengalami kekurangan dalam kebutuhan glikogen. Karena kekurang mampuan glikogen menembus membrane sel. Padahal tubuh atau sel  sangat butuh energi. Akibat kekuranagn ini, untuk keberlangsungan hidup, sel akan mengambil energi dari otot dan lemak. Hal ini yang menyebabkan penderita diabetes menjadi kurus dan kehilangan banyak berat badannya.
Jadi jangan keburu senyum senyum saat berat badan anda tiba-tiba turun. Boleh jadi itu adalah pertanda diabetes.

Buang air kecil terus menerus

keadaan ini adalah konsekuensi dari seringnya penderita merasa kehausan. Untuk memenuhi keinginan rasa haus, penderita akhirnya akan banyak minum. Tidak heran jika penderita akan sering ke belakang untuk mengeluarkan hajat.  Sialnya, sekalipun kantung urine sudah kosong, rasanya ingin lagi dan lagi untuk buang air kecil. Seperti ada yang belum tuntas di keluarkan.

Warna urine gelap

Segera periksakan kondisi anda ke dokter apabila urine anda berwarna gelap. Urine yang normal berwarna kekuningan dan bening bahkan tidak berwarna. Warna urine yang gelap itu menandakan adanya glikogen yang keluar bersamaan dengan urine karena tidak digunakan oleh sel.

Mata kabur dan tidak fokus

Mata kabur tidak selalu disebabkan oleh kelainan mata sendiri. Namun kondisi ini bisa terjadi juga karena tingginya kadar gula dalam darah seseorang. Pada penderita diabetes memerlukan banyak air. Tubuh seringkali tidak bisa memenuhinya. Karena itu organ mata yang sangat memerlukan air untuk melumasi lensa mata, akan mengalami kekaburan karena lensa kurang air.

Nah, itulah beberapa gejala yang mungkin cukup membuat anda tergerak untuk memeriksakan kondisi tubuh anda. Rasa waspada terhadap gejala itu penting, karena itu akan membuat anda tidak lengah dan mengacuhkannya. Deteksi dini diabetes akan sangat menentukan pengobatan diabetes selanjutnya.
Selamat sehat….




Benarkah terlalu banyak makan gula bisa sebabkan diabetes?



apakah-gula-sebabkan-diabetes-kencing-manisGula, selain banyak disukai karena rasanya yang manis ternyata banyak yang menganggapnya momok menakutkan penyebab penyakit gula atau diabetes melitus. Karena itu kita ramai-ramai menjauhi makanan dan minuman yang banyak mengandung gula demi menghindari penyakit mematikan ini. Fobia gula ini segera dimanfaatkan oleh produsen-produsen makanan, minuman dan obat-obatan untuk memproduksi segala macam produk berlabel low-sugar atau gula yang sedikit. Bahkan belakangan konsumsi gula atau pemanis buatan non-kalori menjadi tren di tengah masyarakat demi terhindar dari diabetes atau kencing manis

Namun apakah memang benar konsumsi gula mengakibatkan diabetes atau kencing manis?
Hasilnya, menurut penilaian medis, ternyata konsumsi gula tidak mengakibatkan diabetes militus. 

Kok bisa?

Kita selama ini beranggapan bahwa kencing manis adalah penyakit gula di mana kadar gula dalam darah penderita menjadi tinggi di atas kadar gula normal dan itu disebabkan oleh kebanyakan mengkonsumsi gula. Padahal kenaikan kadar gula darah seseorang lebih disebabkan oleh kegagalan insulin dalam menjalankan fungsinya sebagia pengontrol kadar gula darah.  

Kawan, fungsi pankreas pada penderita diabet tidak bisa lagi berjalan semestinya. Produksi insulin oleh pankreas akan mengalami devisit sehingga tidak cukup untuk menurunkan kadar gula dalam darah seseorang. Adakalanya juga produksi insulin banyak, namun terjadi salah fungsi sehingga kehadiran insulin itu tidak bisa menurunkan kadar gula darah seseorang. Hal ini sering disebut dengan istilah resitensi insulin. Anda semestinya membaca "pengertian diabetes" dulu deh, sebelum lanjut ke berikutnya.

Jadi selama fungsi pankreas dan metabolisme insulin baik, sebanyak apapun gula yang masuk kedalam tubuh, tidak akan di jumpai kadar gula berlebih dalam darah. Dan kedua kodisi di atas bukan disebabkan oleh konsumsi gula. Melainkan lebih karena faktor keunikan metabolisme gula seseorang atau bisa dikatakan faktor keturunan. Faktor lainnya adalah faktor usia.  Untuk mengetahui lebih banyak lagi sebab-sebab diabetes silahkan di klik artikel " Apa yang menyebabkan diabetes militus dan bagaimana solusinya? "

Jadi Gula bukanlah penyebab dari penyakit diabetes. Yang sangat dianjurkan menjauhi gula adalah orang yang sudah terdiagnosa diabetes. Ingat orang yang sudah terdiagnosa. Karena para diabetesi mengalami gannguan dalam fungsi pankreas, sehingga ketika dia mengknsumsi gula, dia tidak akan mampu menurunkan kadar gua dalam darahnya.

Masih ragu-ragu? Inilah salah satu penelitian yang mendasari pernyataan di atas. 
Sejumalah peneliti dari Harvard Medical School, Amerika Serikat meneliti secara prospektif apakah konsumsi total atau jenis gula berhubungan dengan risiko munculnya dabetes tipe-2 (diabetes yang tidak tergantung pada insulin). Studi yang dilakukan kurang lebih enam tahun itu melibatkan 39.395 perempuan yang dipilih secara acak berumur, 45 tahun ke atas. Hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi gula tidak menambah berisiko terhadap perkembangan diabetes tipe-2.

Fakta tentang kegemukan

Kawan, beberapa ahli medis meyakini bahwa kegemukan merupakan salah satu resiko seseorang menderita diabetes. Namun kegemukan bukan disebabkan oleh konsumsi gula berlebih. 

Sebab dari kegemukan adalah menumpuknya lemak oleh karena adanya kelebihan energi yang tidak di gunakan. Kelebihan itu bisa terjadi jika jumlah energi yang di masukkan, lebih banyak dari jumlah energi yan dikeluarkan. 

Nah, energi di peroleh dari  gabungan hasil pembakaran karbohidrat-lemak dan protein. Terutama lemak.  Lemak memproduksi energi jauh lebih besar daripada gula. Dalam 1 gramnya, gula hanya mengandung 4 kcal (satuan untuk menghitung jumlah kalori). Sedang untuk satu gram lemak menyumbang 9 kcal. Belum lagi ditambah dengan energi yang di peroleh dari karbohidrat.

Sederhanya, gula hanya berkontribusi energi harian sebanyak 15 % saja. Jadi jika berat anda naik, jangan serta merta menyalahkan gula sebagai biang keladinya ya....

Kalau begitu apakah kita bebas mengkonsumsi gula sebebas-bebasnya?

Melihat fakta di atas, apakah kita terus bebas mengkonsumsi gula tanpa aturan? Boleh sekali jika anda mau. Namun sebelum keburu melakukannya ada baiknya anda membaca paparan di bawah ini dahulu. 

Meski konsumsi gula bebas utuk orang non-diabetesi. Seharusnya anda tetap membatasi konsumsi gula ini. Kenapa?

Makanan-makanan yang menyertai gula seringkali mengandung banyak lemak, karbohidrat tinggi. Dengan adanya gula, membuat makanan tersebut lebih enak untuk di santap. Seperti halnya kue -kue manis yang kaya akan lemak. Dengan adanya tambahan rasa manis dalam makanan tersebut membuat kita ingin makan lagi  dan lagi. Sehingga kita lupa bahwa makanan yang disertai gula itu banyak mengandung lemak dan karbo yang cukup tunggi. Anda juga kadang terkecoh dengan rasa manis dari minuman ringan. minuman ringan ataupun yang berkarbonasi, rata-rata mengandung banyak kalori yang tersimpan. 

Itulah mengapa gula menjadi salah satu sumber bahan makanan yang sudah mulai harus dikurangi selain lemak.


Oke kawan, sekarang anda mengerti bukan bagaimana seharusnya memperlakukan gula?
Tulisan ini di buat agar anda benar dalam memposisikan gula. Tidak termakan oleh propaganda iklan-iklan TV yang profokatif. Tidak latah membeli gula zero-kalori atau produk makanan-minuman sugarless lainnya. 

Jika anda menerapkan pola hidup sehat, salah satunya mengkonsumsi makanan seimbang. Saya yakin anda bisa bebas mengkonsumsi gula tanpa harus was-was akan terserang diabetes militus. 

Hindari diabetes selagi muda. Masa tua tentram-bahagia tanpa diabetes. Nikmatilah hidup  semanis gula tanpa diabetes militus! 

Selamat sehat.....


Apakah madu menyebabkan diabetes mellitus?

madu-aman-penderita-diabetes-mellitus
Jika judul itu dirubah “Apakah gula menyebabkan diabetes mellitus?” tentu saja jawabannya adalah, iya. Tapi jika judul itu tetap seperti di atas, anda harus dengan lantang menjawab, tidak!

Kenapa begitu? Bukankah dua-duanya berasa manis? Sedangkan pangkal dari masalah diabetes adalah makanan dan minumana yang berasa manis. 

Kalau begitu silahkan anda membaca dahulu artikel tentang diabetes ini terlebih dahulu. “ berkenalan dengan diabetes melitus dan tipenya” 

Perbedaan gula dengan madu

Sebelum masuk lebih dalam tentang jawaban pertanyaan, apakah madu menyebabkan diabetes? Kita harus mengetahui dulu perbedaan dua bahan makanan dan minuman ini. Madu memang berasa manis. Bahkan mungin lebih legit dari gula. Namun yang membedakan gula madu dengan gula olahan adalah kandungan jenis gulanya. Gula telah melalui proses pembuatan di pabrik ( manufakturing ) sehingga banyak kandungan gizi yang ada di sana telah hilang seperti asam organik, protein, unsur nitrogen, enzim dan vitamin. sedang madu umumnya masuk pabrik hanya untuk dikemas saja. 

Madu telah tercerna dengan baik oleh lebah sehingga ketika di konsumsi tubuh, tidak diperlukan lagi enzim untuk memecah gula dari madu tersebut, sehingga langsung bisa digunakan sebagai energi tubuh. Sedangkan gula hasil olahan masih memerlukan lagi enzim untuk memecahnya. Selain itu, hasil pemecahan sampai menjadi energi, gula menghasilkan zat sisa atau residu yang jika menumpuk terus menerus akan sangat buruk bagi kesehatan.

Madu sebagai obat diabetes? Ah, masak...?

Boro-boro menyebabkan diabetes, madu ternyata justru menyembuhkan penderita diabetes. 

Kebanyakan sumber rasa manis pada madu berasal dari kandungan fruktosa. Senyawa gula ini jika masuk ke dalam tubuh akan langsung diubah menjadi energi oleh tubuh. Karena itu tidak memerlukan lagi hormon insulin untuk merubahnya. Semakin sedikit hormon insulin yang dilepaskan pankreas berarti semakin rendah kadar gula darah di dalam tubuh seseorang. Jika kadar gula darah rendah, berarti orang tersebut tidak bisa dikatakan menderita diabetes mellitus.

Madu juga bisa di gunakan sebagai obat pada kaki para penderita diabetes yang terluka, atau bahkan sampai membusuk. Di dalam madu terdapat aktivitas antiboiotik alami yaitu antibiotik nonperoksida. Sehingga luka penderita diabetes bisa diobati tanpa menggunakan antibiotik pabrikan. Zat anti inflamasi atau peradangan juga terdapat dalam madu sehingga bisa menghentikan proses peradangan pada luka.

Madu juga mengandung senyawa antiooksidan tinggi seperti chrysin, pinobanksin, vitamin C, katalase, dan pinocembrin yang berguna untuk memerangi radikal bebas. 

Minum madu tapi kadar glukosa tetap tinggi

Bukan salah madunya. Mungkin ada kesalahan prosedur penggunaan madu atau memang madunya sendiri yang berkaualitas KW alias aspal. Madu yang tidak murni biasanya akan kaya air dan kebanyakan ditambah dengan gula buatan atau gula pasir untuk mempertahankan rasanya agar tetap manis seperti madu asli. Nah, tambahan gula inilah yang kemungkinan membuat penikmat madu aspal akan tetap beresiko terkena diabetes seperti halnya orang yang gemar meminum dan makan makanan yang banyak mengandung gula. (penyebab diabetes bukan dari makanan saja lo... simak di "penyebab diabetes dan solusinya"

Karena itu anda mesti hati-hati membeli madu, boleh jadi madu yang anda beli adalah produk bajakan yang tak bisa dipertanggungjawabkan keasliannya. Untuk itu anda perlu membaca “ Cara mudah membedakan madu asli atau palsu?” 

Jadi, apakah madu menyebabkan diabetes?

Jadi sudah jelas bahwa madu tidak menyebabkan seseorang menderita diabetes mellitus. Namun madu bisa membuat anda ketagihan untuk mencobanya lagi dan lagi.

Mitos madu yang bisa mengakibatkan diabetes ini disebabkan karena masyarakat menggeneralisir semua makanan dan minuman yang berasa manis akan mengakibatkan timbulnya diabetes. Karena makanan utama penyebab diabetes juga berasa manis yaitu gula itu sendiri. Jika anda memang penasaran dengan sebab kadar gula darah seseorang tinggi, ciri paling khas penyakit diabetes mellitus, sebaiknya anda membaca “ Apa yang menyebabkan kadar gula darah tinggi?

Karena itu, tidak ada satupun alasan untuk tidak mengkonsumsi madu karena takut terkena diabetes.

Selamat sehat!



Apa yang menyebabkan diabetes melitus dan bagaimana solusinya?

sebab-solusi-diabetes-melitus
Sebelum anda meneruskan membaca artikel ini, apakah anda sudah membaca artikel berkenalan dengan diabetes melitus? Kalau belum segera dibaca ya....

Baik kalau sudah, kita lanjut ke bab panjang berikutnya mengenai penyakit yang bernama diabetes melitus ini. Bab itu adalah apakah penyebab dari penyakit diabetes melitus dan bagaimana solusinya? 



Penyebab terjadinya diabetes melitus

Secara awam penyakit ini muncul akibat  tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup untuk mempertahankan kadar gula darah agar tetap normal. Dalam hal ini, kerja pankreas terganggu dalam menghasilkan insulin yang sesuai dengan kebutuhan. Pada keadaan tertentu pankreas bisa saja menghasilkan banyak insulin, namun tubuh tidak meresponnya sebagai insulin yang cukup. Jadi walau produksi insulin banyak, tubuh tidak menganggapnya demikian akibat respons tubuh terhadap insulin yang kurang. Ini lah dua sebab yang menjadikan sesoeorang terkena diabetes.

Tentu saja kondisi di atas bukan sesuatu yang tiba-tiba saja terjadi. Ada beberapa pemicu yang menyebabkan seseorang mengalami diabetes melitus. Pemicu itu adalah :

1. Keturunan

Seperti halnya hypertensi, gen diabetes akan juga diturunkan pada keturunannya. Orang yang dalam riwayat keluarganya ada yang menderita diabetes, terutama diabetes tipe 2, akan 6 kali lebih besar kemungkinan terkena diabetes dari pada orang yag tidak. Ini tentu berhubungan dengan kekhasan metabolisme orang yang berbeda. Boleh jadi respons tubuh orang yang punya bakat diabetes akan insulin menjadi lebih rendah daripada orang yang tidak punya bakat itu. Apakah kondisi ini bisa di rubah! Cari tahu di sini “Orang tua diabetes, apakah anaknya otomatis iya?”

2. Obat-obatan yang merusak pankreas

Ini yang sangat berat, beberapa obat ternyata mempunyai efek buruk terhadap pankreas. Contohnya adalah obat penurun kadar kolesterol seperti statin. Obat ini akan merusak sel pankreas sehingga tidak cukup memenuhi kebutuhan insulin tubuh. Bahkan insulin bisa saja nol. Kalau sudah begini satu-satunya jalan adalah dengan terapi insulin Mengurangi sebebsar-besarnya obat kimia adalah jalan yang tepat agar respons tubuh terhadap insulin tetap baik.

3. Obesitas

Selain keturunan, Kegemukan merupakan faktor penting penyebab sesorang terkena diabetes. Masalahnya adalah kelebihan lemak yang dialami oleh sesorang akan menyebabkan resistensi terhadap insulin. Ini sebabnya dokter selalu menyarankan agar penderita DM harus menjalankan program diet untuk memperbaiki respons tubuh terhadap insulin. Dengan menurunkan berat badan akan mengurangi jumlah lemak sehingga membantu tubuh memanfaatkan insulin dengan lebih baik. Apakah berat badan anda berlebih? disini cara mencari tahu

4. Hamil

Ini adalah sebab seseorang mengalami diabetes tipe III atau gestasional diabetes. DM gestasional ini hanya selama kehamilan dan akan pulih setelah melahirkan. 2–5% kehamilan akan mengalami DM jenis ini. Penderita DM tipe ini dapat sembuh total  meskipun harus tetap diawasi dengan ketat oleh dokter selama kehamilan.

Solusi agar terhindar dari DM

Setalah anda  mengetahui hal-hal yang bisa mengakibatkan diabetes sekarang saatnya anda juga mengetahui bagaimana menghindari agar kita tidak terkena diabetes. 

Karena diabetes adalah penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup. Solusi untuk menghindari atau  mencegah diabetes adalah dengan merubah gaya hidup anda. Gaya hidup seperti apakah yang bisa membuat kita dijauhi penyakit yang bisa mengakibatkan komplikasi ini? Gaya hidup itu adalah antara lain :

1. Istirahat berkualitas

Istirahat cukup merupakan salah satu faktor gaya hidup sehat. Jika istirahat kita berkualitas otomatis kerja seluruh organ tubuh termasuk pankreas akan ikut naik

2. Perbanyak gerak lewat olahraga

Olahraga adalah cara paling efektif dalam membakar lemak dan meningkatkan fitalitas tubuh. Utamanya adalah kesehatan metabolisme seseorang. Olahraga akan membuat metabolisme gula menjadi lancar.

3. Hindari menonton TV terlalu lama

Menonton TV atau bekerja di depan komputer terlalu lama akan selalu dihubungkan dengan penyakit-penyakit degeneratif seperti jantung dan diabetes melitus. Ini ada hubungannya dengan kecenderungan para TV holic dengan kebiasaan ngemil, makan terlalu banyak dan kurang istirahat.Anda mesti tahu, menonton TV lebih dari 2 jam sehari bisa membuat anda jantungan lo... 

4. Diet

Percuma jika anda olahraga keras namun tidak diimbangi dengan berdiet secara sehat. Dengan berdiet orang akan mempunyai keseimbangan antara apa yang ia masukkan ke dalam tubuh dan pengeluaran berupa aktivitas. Olahraga bukan hanya jalan untuk mencegah diabetes. Bahkan orang yang sudah positif DM sangat dianjurkan untuk berdiet dengan benar.

5. No Junk Food

Junk food merupakan makanan jahat di muka bumi. Makanan semacam ini akan kaya dengan lemak, karbohidrat yang jika tidak diimbangi dengan gerak tubuh kelak akan menumpuk dalam tubuh dalam bentuk lemak. Anda sudah tahu bukan lemak akan mengurangi respons tubuh terhadap insulin?

Jika anda sudah mengetahui sebab dan bagaimana menghindari diabetes. Semoga kita akan sukses menghindari penyakit ini dengan jalan sesegera mungkin merubah secara revolusioner gaya hidup kita selama ini yang mungkin tidak sehat!

Sudah saat nya kita menyatakan perang terhadap diabetes melitus sekarang juga. 

Selamat sehat! 

Mengenal diabetes militus/ kencing manis dan tipenya


apa-arti-diabaetes-militus-kencing-manis
Menurut survei terkini didapatkan bahwa diabetes melutus atau kencing manis termasuk salah satu penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat dunia. Banyak diantaranya akhirnya meninggal karena komplikasi penyakit ini, setiap tahun. Karena betapa pentingnya info tentang Diabetes mellitus, apakah anda lantas  merasa rugi mengetahui segala informasi mengenai kencing manis? 

Tentu tidak. Jika anda telah didiagnosa oleh dokter terkena DM, anda pasti ingin mengetahui lebih banyak tentang penyakit ini. Jika anda tidak menderita, minimal anda mengetahui agar suatu saat tidak terkena.

Kenapa bisa terjadi diabetes?

Intinya ada pada kelainan organ pankreas yang tidak bisa memproduksi insulin secara cukup untuk mengendalikan kadar gula dalam darah. Kenapa insulin? Karena insulin adalah suatu hormon yang dilepaskan dan diproduksi oleh pankreas untuk mengendalikan gula darah agar tetap normal. Sehabis makan atau minum kita akan mengalami kenaikan gula darah, hal ini akan merangsang pankreas untuk memproduksi insulin yang nantinya akan mengendalikan gula darah agar tetap normal. 

Ketika kita memakan gula untuk bahan sumber tenaga, entah gula itu bersumber dari makanan yang mengandung gula murni ataupun dari karbohidrat, maka akan terjadi kenaikan kadar gula dalam aliran darah. Glukosa itu nantinya akan dihantarkan darah ke sel. Nah proses pengantaran glukosa ini membutuhkan adanya hormon insulin. Pada penderita diabetes militus tidak terjadi sensitifitas pankreas dalam memproduksi insulin sehingga insulin diproduksi dalam jumlah yang tidak mencukupi. Karena tidak ada cukup insulin maka glukosa tidak berhasil menembus dinding sel sehingga gula akan tetap dalam aliran darah. Itulah diabetes militus.

Dari mana bisa ditentukan seseorang terkena DM?

Setiap orang rata-rata akan mempunyai kadar gula normal dalam darahnya, namun pada penderita diabetes, akan terdapat angka kadar gula darah yang melebihi kadar normal. Lalu kapankah seseorang itu dianggap sudah terkena diabetes militus?

Satu-satunya pemeriksaan yang bisa menentukan orang terkena diabetes atau tidak adalah pemeriksaan Gula darah acak (GDA) atau gula darah sewaktu dan pemeriksaan gula darah 2 jam PP. GDA adalah pemeriksaan gula darah yang tidak dipengaruhi oleh kondisi pasien. Kapanpun pasien bisa memeriksakan kadar gula darahnya. Beda lagi dengan gula darah 2 jam PP. Diperlukan puasa minimal 2 jam sebelum dilakukan pengambilan sampel darah. 

Dalam angka normal GDA akan di temukan tidak lebih dari >200 mg/dL kadar gula darah puasa >126 mg/dL ( kriteria diagnostik PERKENI [Perkumpulan Endokrinologi Indonesia] 2006). Jika angka gula darah melebihi angka tersebut maka anda sudah harus waspada terhadap penyakit ini. 

Tipe Diabetes 

Karena DM sangat berhubungan dengan produksi insulin, DM akan dibedakan menurut jumlah insulin yang di hasilkan, yaitu :

1. DM tipe 1

Dalam DM tipe satu ini, pankreas hanya menghasilkan sedikit sekali insulin atau bahkan sama sekali tidak menghasilkan insulin. Rumit sekali menjelaskan DM tipe ini, namun menurut para ilmuwan pada dasarnya ketidak berdayaan pankreas menghasilkan insulin ini disebabkan oleh matinya sel-sel penghasil insulin (sebanyak 90%) didalam pankreas oleh karena penghancuran sistem kekebalan tubuh sendiri. Penghancuran ini disinyalir karena faktor serangan infeksai virus maupun faktor gizi pada masa anak-anak sampai dewasa awal. Oleh sebab inilah DM tipe ini sering diderita oleh remaja maupun anak-anak. Akibatnya mereka harus mendapatkan suntikan insulin secara teratur dalam dosis yang tepat.

2. DM tipe 2

Beda dengan DM tipe 1, pada DM tipe 2 insulin masih bisa diproduksi oleh sel-sel pankreas. Sel-sel pankreas pun umumnya dalam keadaan sehat dan prima. Namun yang menjadi masalah adalah sensitifitas pankreas untuk memproduksi insulin kurang. Jika terdapat banyak glukosa dalam darah, pankreas tidak mengetahuinya sehingga memproduksi insulin sedikit, kekurangan insulin ini otomatis akan membuat glukosa tetap akan beredar di dalam aliran darah dalam jumlah banyak. 

Kadang pankreas over produksi insulin namun tubuh tidak menganggapnya ada, sehingga tubuh tetap menganggap kekurangan insulin. DM ini bisanya diderita orang yang sudah menginjak 30 tahun. DM tipe ini bersifat menurun. Jika dalam anggota keluarga ada yang menderita DM, anaknya akan beresiko 6 kali lebih besar terkena DM daripada orang yang tidak ada riwayat penyakit dalam keluarganya. 


3. DM tipe 3 

atau sering disebut DM gestasional adalah  diabetes melitus yang terjadi hanya selama kehamilan dan pulih setelah melahirkan, Diabetes melitus tipe ini terjadi pada sekitar 2–5% dari semua kehamilan.  DM Gestasional bersifat temporer saja dan dapat meningkat maupun menghilang setelah melahirkan. Penderita DM tipe ini dapat sembuh total asal diawasi dengan ketat oleh dokter selama kehamilan.


Pengawasan itu meliputi pengawasan terhadap ibu dan janin yang dikandungnya, karena bayi dengan ibu menderita DM bisa mengalami gangguan. Gangguan itu isa berupa berat bayi yang tinggi (makrosomia), penyakit jantung bawaan, kelainan sistem syaraf pusat dan cacat otot rangka.


Setelah menyimak beberapa pemaparan di atas tentunya anda bertanya, apa yang menyebabkan terjadinya diabetes ini? Untuk itu anda bisa mengetahuinya di sini. Setelah mengatahui sebab dari penyakit ini anda perlu menghindari penyakit ini semenjak muda. Tentu semua bisa anda ketahui trik-triknya di sini? Namun jika anda kebetulan sudah dicurigai terdiagnosa kencing manis, jangan khawatir, ketahui gejala-gejalanya terlebih dahulu di sini. Dan kalau memang benar anda terkena diabetes, anda bisa mengetahui obatnya di artikel ini. 

Oke, terkena Kencing manis tak harus membuat kita kehilangan manisnya hidup. Karena kebahagiaan hidup hanya kita yang memilihnya! Tetap semangat, hidup itu terlalu manis untuk sekedar dibuat sedih. 

Selamat sehat!





















 

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. sehatsangat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger