Featured Post Today
print this page
Latest Post
Showing posts with label Hepatitis. Show all posts
Showing posts with label Hepatitis. Show all posts

Apa itu Arti SGOT SGPT?

hepatitis-sgot-sgpt-artiMata kita seketika akan terbelalak saat melihat angka yang tidak normal di dalam lembar hasil tes darah yang baru lakukan. Terutama saat melihat item faal hati atau fungsi hati, terlihat nilai SGOT-SGPT yang ada diatas nilai normal. Dengan gusar, kita mulai bertanya-tanya apa sih sebenarnya SGOT-SGPT itu? Seburuk apakah yang akan terjadi, jika nilainya tidak sesuai dengan harapan?

Tenang dulu, ya...Meski tidak bisa di anggap remeh, nilai SGOT-SGPT itu tidak serta merta menggambarkan seseorang itu mengalami sakit. Terutama di organ hatinya. Penggunaan obat-obat tertentu terbukti bisa meningkatkan kadar enzim ini dalam darah. Kadang orang yang kelelahan saja bisa menunjukkan hasil SGOT-SGPT yang tinggi. Bahkan orang yang baru kerokan di punggung juga bisa mengalami hasil yang sama. He-he, unik dan aneh kan?


Hmm...jadi apa sebenarnya SGOT-SGPT itu?



Fungsi Hati

Sebelum menjelaskan SGOT-SGPT, kita bahas dulu, yuk, organ pabrik dari di enzim ini. Organ itu adalah hati, atau keren disebut juga liver. Hati merupakan organ padat terbesar yang letaknya di rongga perut bagian kanan atas (Jadi bukan paru-paru, ya... Walau nampaknya memang terlihat lebih besar dari hati).  Besar ukurannya, besar pula fungsinya bagi tubuh, Organ ini mempunyai peran yang teramat penting. Ia merupakan regulator hampir semua metabolisme yang terjadi di tubuh, seperti metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Ia juga tempat sintesa (pengeluaran) dari berbagai bagian dari  protein, pembekuan darah, urea dan zat-zat lain yang sangat vital bagi tubuh. Bahkan produksi mayoritas kolesterol pun ada di dalam hati. Selain itu, hati juga merupakan tempat pembentukan dan penyaluran asam empedu dan penghancuran hormon-hormon steroid seperti estrogen. Yang paling penting dari semua, organ ini adalah ia adalah biang detoks, atau penyaring dan pengeluaran racun yang masuk ke dalam tubuh.  


Arti SGOT-SGPT

Selain fungsi bajibun di atas, hati juga mengeluarkan beberapa enzim, dua diantaranya adalah SGOT-SGPT ke dalam darah. Pengeluaran ini sering berbanding lurus dengan fungsi hati seseorang. Itulah kini dokter sering menganjurkan pemeriksaan SGOT-SGPT untuk menilai fungsi hati seseorang. Lalu apa sebenarnya SGOT SGPT itu? Baik mari kita simak bersama-sama.


SGOT (serum glutamic oxaloacetic transaminase)

Sesungguhnya SGOT adalah enzim yang lebih sensitive untuk mendeteksi kerusakan otot dan otot jantung daripada kerusakan hati. Sebab utamanya adalah SGOT juga di produksi di otot dan otot jantung. SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase), seperti halnya SGPT, SGOT merupakan enzim hati yang terdapat di dalam sel parenkim hati. SGOT akan meningkat kadarnya di dalam darah jika terdapat kerusakan sel hati.  Kembali ke sebelumnya bahwa produksi SGOT bukan hanya ada pada hati, karena itu peningkatan SGOT tidak selalu menunjukkan adanya kelainan di sel hati.


SGPT (Serum Glutamic Pyruvate Transaminase)

merupakan  suatu enzim yang terdapat di dalam sel hati. Karena itu, SGPT lah yang lebih menggambarkan fungsi hati seseorang. Ketika sel hati mengalami kerusakan akibat sesuatu baik itu gangguan virus atau gangguan lainnya, akan terjadi pengeluaran enzim SGPT dari dalam sel hati ke darah. Hal ini akan diketahui melalui pemeriksaan darah di laboratorium. Itu kenapa dokter selalu menganjurkan periksa SGPT untuk mengetahui kondisi fungsi hati seseorang.

 Nilai normal SGOT adalah 3-45 u/L, sedangkan nilai normal SGPT adalah 0-35 u/L (terdapat sedikit variasi dari nilai normal dan sangat tergantung dari laboratorium tempat pemeriksaan).



Akurasi pemeriksaan SGOT-SGPT

Pemeriksaan SGOT dan SGPT sering dilakukan untuk mendeteksi adanya gangguan fungsi hati akibat dari infeksi atau peradangan hati. Hanya saja  pemeriksaan SGOT dan SGPT tidak dapat mewakili  fungsi hati yang sebenarnya. Banyak pasien yang telah sembuh dari penyakit hatinya (sederhananya hepatitis) tetapi menunjukkan nilai SGOT dan SGPT yang masih tinggi di dalam darahnya. Sebaliknya orang yang terlihat mempunyai nilai tes yang normal bisa saja ia sebenarnya mengalami gangguan fungsi hati. Beberapa kasus menunjukkan, bahwa orang yang mengalami hepatitis kronis atau sudah menahun, bahkan mempunyai nilai SGOT-SGPT yang normal.
Bingung?


Jelas, namun jika kita sadar bahwa untuk menentukan fungsi hati seseorang memerlukan pemeriksaan yang lebih kompleks mungkin kita tidak akan bingung. Karena sebenarnya banyak pemeriksaan lain yang juga turut menentukan apakah seseorang sedang mengalami sakit hati atau tidak. Ada pemeriksaan Billirubin, direct maupun inderrect, albumin, globulin, jika di curigai ada peradangan karena serangn virus hepatitis pasien harus diperiksa HBsAg, HBeAg/anti HBe , Anti HCV, HCV-RNA, dan istilah istilah ilmiah lain yang bikin orang awam seperti kita makin pusing. He he


Intinya untuk menntukan sesorang sehat atau tidak fungsi hatinya, banyak komponen yang harus diperiksa. Bukan saja hanya sebatas SGOT-SGPT. Diperlukan juga pemeriksaan dokter dari beberapa gejala yang mungkin muncul pada pasien. Bahkan jika mungkin ditunjang dengan pemeriksaan USG maupun CT Scan liver.  Dua enzim ini hanya sebagi pintu gerbang menuju pemeriksaan lanjutan yang lebih detail. 



Penyakit-penyakit yang di kaitkan dengan ketidak normalan SGOT-SGPT

Sekali lagi bukan hanya SGOT-SGPT ini yang akan menentukan seseorang sedang mengalami gangguan fungsi hati. Namun angka SGOT SGPT ini cukup menjadi alasan seseorang atau dokter harus mulai waspada dengan kondisi hatinya. Dan inilah penyakit atau gangguan kesehatan yang mungkin menjadi sebab kenaikan kadar SGOT-SGPT seseorang :

1.    Hepatitis
Orang yang terserang hepatiis baik itu jenis A, B, Ataupun C akan mengalami peradangan di dalam organ hatinya. Sel-sel dalam hatinya bisa saja mengalami kematian. Hal ini lah yang mengakibatkan terjadinya kenaikan SGOT-SGPT,  Pada serangan hepatitis akut atau penderita baru, kenaikannya bisa mencapai 5-10 kali nilai normal. Hal ini akan di barengi dengan peningkatan angka billirubin, penurunan albumin dan bebrapa parameter kerusakan hati yang lain. Pada kasus kronis atau menahun, nilai SGOT-SGPT bisa saja normal.


2.    Fatty liver ( perlemakan hati )
Tes fungsi hati pada perlemakan hati Biasanya  SGOT dan SGPT meningkat sekitar 2 sampai 3 kali nilai normal sedang Albumin/globulin dan Bilirubin biasanya masih normal. Kadar enzim yang di produksi hati lainnya seperti triglyserida dan LDL (kolesterol) juga terlihat meninggi. Kelainan ini sering terjadi pada orang dengan usia muda/pertengahan berbadan gemuk. Biasanya penderita mengalami  perasaan tak nyaman pada perut bagian kanan atas atau bisa saja tidak menimbulkan keluhan sama sekali.


3.    Sumbatan empedu
Tes fungsi hati pada sumbatan saluran empedu akan mendapati Peningkatan SGOT dan SGPT biasanya tidak terlalu tinggi, sekitar kurang dari 4 kali nilai normal. Yah, tak bisa dipungkiri bahwa empedu merupakan organ diluar hati yang juga berpengaruh bagi hati, jika empedu terganggu otomatis kerja fungsi hati pun begitu. Kadar Bilirubin akan tinggi sekali, utamanya jika sumbatan pada empedu sudah cukup lama. Ini mengakibatkan pasien mengalami kulit dan mata kekuningan atau ikterus.


4.    Penyakit non liver
Bebapa penyakit yang tidak ada hubungannya dengan organ hati pun bisa mengakibatkan kadar SGOT-SGPT meninggi. Ini sekali lagi bisa di fahami karena enzim ini bukan hanya di produksi di dalam hati. Penyakit seperti penyakit thyroid/kelenjar gondok, Penyakit auto immune (AIH), Wilson disease, Celiac disease, Muscle disorders. Bahkan penyakit seperti tipus dan DHF (demam berdarah) pun juga bisa mengakibatkan kadar SGOT-SGPT seseorang menjadi tinggi.



Cara menurunkan kadar SGOT-SGPT

Karena duo SGOT-SGPT adalah enzim, untuk menurunkan tentu saja harus di cari dulu penyebabnya. Jika memang kenaikan disebabkan oleh penyakit di organ liver, tentu harus di sembuhkan dulu penyakitnya. Jika terjadi sumbatan di empedu, tentu harus di bereskan dulu sumbatannya. 

Jika terindikasi seseorang kurang istirahat, tubuh  harus di istirahatkan. Jika karena obat tertentu, konsumsi obat tersebut harus di hentikan lebih dulu. 


Beberapa jenis jamu tradisional maupun obat herbal terbukti mampu menurunkan kadar dua enzim ini. Tapi penggunaannya harus hati-hati, karena kondisi ini akan malah mejadikan kamuflase kondisi yang justru menyulitkan terapi. Artinya dengan konsumsi jamu hanya akan menurunkan SGOT-SGPT saja tanpa membuat sembuh penyakit penyebab kadar SGOT-SGPT seseorang meningkat.


Demikian uraian singkat mengenai kadar SGOT-SGPT, Pendek  kata jika anda mendapati SGOT-SGPT anda naik sedikit jangan dulu cemas, Lain halnya jika anda melihat kenaikannya lebih dari 1 kali nilai normal, anda harus mulai menyalakan alarm bahaya dan segera pergi ke dokter.
Selamat sehat......

Yuk, mengenal penyakit Hepatitis C...


apa-arti-hepatitisC
Bila anda mengenal istilah penyakit kuning, itulah penyakit hepatitis, meski tidak selalu penyakit kuning berasal dari penyakit hepatitis. Demikian juga orang yang terkena hepatitis selalu menunjukkan gejala kekuningan. Yang akan saya bahas pada artikel ini adalah hepatitis C, penyakit yang kabarnya telah diidap sekitar 130–170 juta orang di seluruh dunia. Sekurang–kurang nya telah membunuh separuh di antaranya. Wow...! Nah, sekarang apa, sih sebenarnya penyakit hepatitis C ini sampai-sampai telah mengakibatkan berjuta orang di dunia ini meregang nyawa?

Sederhanya penyakit Hepatitis C adalah penyakit yang menyerang organ hati/liver  akibat infeksi dari virus hepatitis C (HCV). Yang membuat penyakit ini terlihat seram adalah efeknya pada hati yang bisa mengganggu bahkan menghentikan fungsinya, padahal jamak kita tahu betapa vitalnya fungsi hati bagi tubuh manusia. Dalam keadaan kronis , penyakit hepatitis C ini membuat hati seseorang mengeras atau membentuk jaringn parut atau dalam bahasa medis eskar. Jaringan parut adalah jaringan kulit baru yang mati dan membekas dan sulit hilang. Seperti halnya bekas luka pada kulit anda yang telah menutup dan membentuk kulit baru. Itulah yang akan terjadi pada hati anda saat anda mungkin telah bertahun-tahun mengidap hepatitis C.

Tak berhenti sampai di sana, organ hati yang telah membentuk jaringn parut lama-lama akan mengecil, dan akan kehilangan fungsinya. Dalam istilah kedokteran di sebut sirosis hepatis. Kalau anda belum bisa memahaminya, analogikan sebuah apel yang telah berhari-hari, mulanya ia akan nampak segar, setelah itu mulai terjadi bagian kendur pd kulitnya, kalau di birkan terus apel akan terus mengecil membentuk lekukan lekukan seperti dahi orang tua. Dan setelah kehilngan dging dan air apel itu akan terasa keras dan kering. Itulah gambaran hati pengidp hepatitis C yang telah berlangsung menahun. Keadaan ini mungkin akan terjadi saat infeksi virus telah menginjak tahun ke-30. Sirosis akan di perparah dengan konsumsi alkohol yang berlebih ( ingat-ingat lagi bhw hepatitis bukan dari serangan virus saja lo…)

Dan mari saya beri tahu bahwa orang yang terkena sirosis hepatis akan beresiko 20 kali lebih besar terkena kangker hati. Apa itu kangker hati? Kangker hati adalah jenis kangker yng terjadi /menyerang organ hati. He3

Gejala hepatitis C

Umumnya tidak menimbulkan gejala yang jelas. namun dalam tahap akut penyakit ini menimbulkan gejala demam, mual, sakit disekitar perut bagian atas dan sebagainya. Lengkapnya saya bahas di artikel " apakah saya terkena hepatitis? kenali gejalanya "

Hepatitis C menular? Melalui apa?

Jelas, jenis jenis virus heptitis menular termasuk virus hepatitis C ( HCV ). Virus ini menular dari satu orang ke orang lain. Kebanyakan penularan melalui penggunaan jarum suntik narkoba secar bersamaan, peralatan medis yang tidak steril ( ingat dengan infeksi nosokomial? ), juga akibat transfusi darah dari pengidap hepatiti C, pengunaan tindik dan tato pun beresiko menularkn penyakit ini.  Barang-barang yang memungkin kan kontak darah pun bisa saja menularkan penyakit ini. Barang-barang itu misalnya sikat gigi dan pisau cukur. Bagaimana halnya dengan peralatan makan atau memasak. Seperti halnya kontak bisa seperti berpelukan bersalaman dan lain sebagainya, peralatan makan seperti ini tidak akan menularkan penyakit hepatitis dari satu orang ke orang yang lain.

Artinya semua jalan penularan adalah melalui kontak darah dari satu orang penderita ke darah penderita lain. Jadi saat anda memegang darah orang yang terkena penyakit ini, dan ternyata tangan anda sedang ada luka, kemungkinan anda akan tertular hepatitis juga.

Bagaimana dengan hubungan seksual. Hal ini masih diributkan oleh banyak ahli medis dan peneliti. Untuk sementara masih belum bisa disimpulkan apakah penyakit hepatitis C bisa menular lewat hubungan seksual.

Penularan dari ibu ke anak?

Mungkin saja iya mungkin saja tidak. Hal ini akan saya bahas pada artikel lain yaitu “ Jika ibu positif hepatit C apakah bayi yang di kandung juga akan tertular?”  coming soon bro.

Obat hepatitis CBisa jadi sangat sulit menyembuhkan hepatitis karena sangat bandel nya virus ini. namun menurut data 40-80% kasus bisa disembuhkan dengn pengobatan. hanya saja diperlukan waktu yang lama, dan kesabaran yang panjang untuk mendapatkan kesembuhan. Karena itu obat yang paling tepat adalah menghindari resiko tinggi tertular penyakit ini. Jangn sembarangan menggunakan alat suntik, jauhi narkoba, seks bebas, dan hati-hati memilih layanan kesehatn.
Selamat sehat….
   


Hepatitis bukan karena serangan virus, doang lo.... Ini alasannya

alkohol-obat-menyebabkan-hepatitis
Penyakit hati di sini bukan karena putus cinta, iri dengan rejeki orang atau juga cemburu. Namun maksud  penyakit hati kali ini adalah penyakit fisik yang menyerang organ liver atau hati seseorang. Penyakit itu lazim di sebut hepatitis. Persis seperti yang sudah di jabarkan secara gamblang di artikel “ apakah saya terkena hepatitis? kenali gejalanya” 

Perlu anda ketahui bahwa sebagian besar kasus hepatitis berasal dari infeksi virus. Seperti virus hepatitis A, virus pepatits B, C dan seterusnya sampai G.  Namun ternyata sebab hepatitis bukan melulu disebabkan oleh serangan virus. Karena ada beberapa kasus hepatitis yang disebabkan oleh kondisi non virus. 
Dan inilah sebab-sebab selain virus yang bisa membuat orang terkena hepatitis.

Penyakit Hepatitis Akibat Konsumsi Alkohol

Anda pecandu atau memang suka coba-coba meminum minuman remang-remang bernama alkohol? Kalau iya, bersiap-siaplah menanggung resiko terkena hepatitis, ya….Karena ternyata konsumsi alkohol berlebih akan membuat fungsi hati seseorang terganggu.

Alkohol dengan berbagai merk dan jenisnya sama-sama mengandung zat kimia berbahaya. Segala bentuk zat kimia berbahaya akan di cerna oleh tubuh sebagai racun. Zat beracun tersebut akan melalui benteng pertama penyaring racun di dalam tubuh manusia. Benteng itu adalah organ hati. Dalam waktu yang relatif lama, bahan kimia berupa racun yang dihasilkan oleh alkohol akan meninggalkan residu di hati. Jika ini zat ini tertumpuk terus-menerus, akan mengganggu fungsi hati secara signifikan. 

Anda mesti tahu, kerusakan fungsi hati merupakan cikal bakal seseorang terserang penyakit hepatitis. Karena itu, bijaklah dalam mengkonsumsi sesuatu, jangan asal telan dan tenggak. Utamanya alkohol. Jika ada pilihan yang paling baik tentu saja menghentikan konsumsi alkohol secara total tanpa ampun sedikitpun. 

Hepatitis Akibat terpapar zat Kimia dari obat

Buah simalakama, itulah yang dihadapi oleh para pengkonsumsi obat kimia. Satu sisi mereka di tuntut untuk selalu meminum obat itu agar penyakitnya sembuh, namun disisi lain obat tersebut akan memicu penyakit, apalagi jika tidak dikonsumsi dalam ukuran yang standart dan sesuai aturan dokter.

Sama seperti alkohol, pada dasarnya obat adalah racun. Ia akan mengalir ke dalam darah sebagai zat berbahaya yang akan bersirkulasi ke seluruh tubuh. Yang paling menderita adalah organ hati Karena organ inilah yang pertama kali menyaring zat-zat kimia yang turut masuk ke dalam tubuh darah lewat obat. Biasanya, reaksi yang akan timbul dari konsumsi obat-obatan tersebut berlangsung secara bertahap.

Reaksi kimia akan menghilang begitu saja Jika pemakaian obat dihentikan. Itupun jika penggunaan belum terlalu lama. Namun, jika sudah di konsumsi dalam kurun waktu yang lama, kebanyakan telah terjadi  kerusakan di dalam hati sehingga tetap memerlukan pengobatan untuk memeperbaiki hati yang rusak tadi.

Hepatitis sebagai komplikasi  penyakit Lain

Hepatitis bisa jadi tidak berdiri sendiri. Namun penyakit ini bisa tumbuh akibat gangguan penyakit lain yang keren disebut komplikasi. Ada beberapa penyakit yang bisa mengakibatkan seseorang juga akan terkena hepatitis. Penyakit-penyakit itu adalah hiperlipidemia atau kolesterol, diabetes melitus atau penyakit gula dan kondisi bukan penyakit namun memicu penyakit seperti kegemukan atau obesitas.

Penyakit-penyakit di atas dapat membuat hati bekerja terlalu berat. Terutama beban hati dalam melakukan proses metabolisme lemak. Hal ini lambat laun semakin membuat hati  menjadi rusak dan tidak menutup kemungkinan hati akan meradang karenanya. Inilah yang menjadi masalah utama ganguan pada liver.

Karena begitu luasnya sebab dari penyakit hati ini dan efek buruk yang ditimbulkannya,  mulai sekarang, sayangilah hati anda seperti anda menyayangi perasaan anda. Jangan hanya takut dengan perasaan luka karena patah hati, tapi takutlah juga dengan organ hati anda dari serangan hepatitis.
Selamat sehat….




Apakah saya terkena Hepatitis? Kenali gejalanya

Jika  anda sering mendengar kata orang tentang penyakit liver, itulah Hepatitis, meskipun tidak semua penyakit yang menyerang liver adalah hepatitis. Hepatitis adalah sutu peradangan yang terjadi pada liver atau hati karena sebab tertentu, umumnya disebabkan oleh karena virus. Hepatitis ini bisa bersifat singkat atau akut yaitu berkisar 6 bulan atau bisa juga sampai bertahun-tahun yang disebut hepatitis kronis


Jenis dan Penyebab Hepatitis

Jenis Hepatitis dikelompokkan sesuai dengan jenis virus yang menginfeksi. Ada 7 jenis virus yang kesemuanya di wakili oleh abjad huruf A sampai G. Hepatitis akibat virus hepatitis A disebut hepatitis A. Hepatitis akibat serangan virus hepatitis B disebut hepatitis B. Demikian juga seterusnya sampai G. Hepatitis juga bisa terjadi karena infeksi virus lainnya, seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning dan infeksi sitomegalovirus.

Penyebab lain dari hepatitis ini bisa karena penggunaan obat yang salah dan juga konsumsi alkohol berlebih.Yang perlu dicermati, penyebab hepatitis ini bukan akibat virus, obat atau alcohol semata, melainkan juga bisa akibat terkena paparan berbagai zat kimia berupa polusi udara, air maupun darat. Paparan berbagai zat kimia bisa jadi mencakup arsen, fosfor, tetraklorida, dan lainnya, yang biasanya digunakan dalam industri modern. Zat-zat kimia tersebut dapat masuk ke dalam tubuh dengan berbagai macam cara mulai dari terhirup hidung, tertelan sampai diserap kulit.

Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa semakin memburuk dan bisa-bisa menjadi terbentuknya jaringan parut di hati atau sirosis hepatis. Sirosis hepatis adalah cikal bakal terjadinya kangker hati.

Apa saja gejala hepatitis?

Apakah anda sering mengalami mual, isi perut seakan ingin keluar, nafsu makan menurun sehingga berat badan anda juga menurun? Dan anda kadang juga merasakan mengalami demam ringan. Boleh jadi itulah gejala hepatitis. Apalagi jika beberapa hari atau minggu kemudian muncul tanda-tanda yaitu warna mata menjadi kuning dan kencing berwarna keruh seperti teh. Sebenarnya jenis gejala di sesuaikan dengan jenis hepatitis yang diderita, Namun rata-rata gejala yang nampak pada semua jenis penyakit hepatitis adalah seperti di atas. 

Hanya saja hampir separuh orang yang terkena hepatitis tidak akan menyadari bahwa ada peradanagn di dalam livernya. Karena saking tidak kentaranya gejala-gejala hepatitis yang timbul, beberapa orang bahkan tidak mengalami gejala sama sekali. Mereka seperti tidak sedang menderita apa-apa. Keadaan tubuh mereka baik-baik saja. Ini lah yang bahaya sampai bisa dideteksi adanya aktifitas virus di dalam hati seseorang.

Lalu bagaimana cara yang tepat untuk mendeteksi Hepatitis?

Selain gejala anda bisa mengenali  penyakit ini dari pemeriksaan darah. Terutama item-item tertentu yang behubungan dengan hati. Item paling penting adalah pemeriksaan protein hati bernama SgOT dan SgPT. Dua jenis protein hati di atas adalah indikasi dari fungsi hati seseorang, Jika angka OT/PT meningkat, otomatis bisa dikatakan fungsi hati sedang terganggu. Umumnya jika OTPT meningkat sedikit tidak usah merisaukannya, karena mungkin peningkatan itu bukan berasal dari infeksi virus. Namun Jika meningkatnya fungsi hati lebih dari dua kali lipat angka normal, anda harus mulai waspada akan serangan penyakit ini. Hasil  OT/PT ini biasanya didukung dengan pemeriksaan HbSaG, anti HbS, LED, albumin darah dan  bilirubin-urobilin dalam urine.

Itulah pengenalan awal penyakit liver bernama Hepatitis. Selain beberapa keterangan di atas, ada banyak lagi hal yang perlu di pelajari dari penyakit yang sebagian ahli mengatakan lebih berbahaya dari HIV ini. Informasi-informasi mengenai hepatitis seperti “ komplikasi hepatitis”, “sebab hepatitis selain dari virus “ dan juga “ pengobatan hepatitis” saya kira sangat layak anda lahap sebagai tambahan pengetahuan. 

Semoga kita bisa terhindar dari penyakit ini. Kalaupun anda sekarang sedang menderita hepatitis, jangan patah arang.Hepatitis mungkin termasuk penyakit yang sukar sembuh, namun kesembuhan juga bukan hal yang mustahil terjadi. Jadi tetaplah maju, lawan penyakit ini dengan keyakinanmu!


Selamat sehat….
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. sehatsangat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger