Ini Lo, jenis obat yang bikin rusak ginjal

Penemuan obat di masa kini seakan menjadi pedang bermata dua. Satu sisi obat semakin canggih dalam menyembuhkan penyakit. Sisi lain penggunaan obat juga bisa memberi peluang gangguan kesehatan lainnya. Kelainan fungsi ginjal misalnya. Kerusakan ginjal dewasa ini selain disebabkan oleh penyakit, juga disinyalir disebabkan oleh pengguanaan obat yang salah. 

Anda mesti tahu, pada dasarnya obat apalagi yang dibuat di pabrik (baca : kimia), adalah racun. Bahan-bahan yang ada di dalam obat itu tidak dapat disintesis oleh tubuh. Bahan-bahan kimia itu akan ikut melalui aliran darah, dan pada akhirnya sampai ke hati sebagai penyaring racun, dan ginjal sebagai penyaring darah. Karena di dalam darah terdapat bahan-bahan beracun, bahan-bahan tersebut nantinya akan mengganggu fungsi ginjal, bahkan merusaknya.

Ada beberapa obat yang aman ( di anggap aman ) dan ada pula sebagian lagi yang bersifat keras bagi organ ginjal. Karena itu anda harus berhati-hati sekali dalam mengkonsumsi obat. Seperti yang dijelaskan oleh dr Dharmeizar SpPD-KGH dari divisi Ginjal-hipertensi Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSCM  “ Jangan sembarangan minum obat, apalagi kalau Anda orang yang memiliki risiko tinggi mengalami penyakit ginjal. Beberapa obat bersifat nefrotoksik atau mengganggu fungsi ginjal”

Inilah beberapa obat yang merusak ginjal 


Berikut beberapa obat-obatan yang mempunyai sifat nefrotoksik alias merusak ginjal seperti yang disampaikan ahli penyakit dalam di atas :

1. antibiotika Aminoglikosid

Aminoglikosid merupakan jenis antibiotik utama untuk pengobatan infeksi serius yang disebabkan bakteri, virus maupun jamar seperti  bakteri tuberkolosis ( TBC ), PES, diare, dan tipus. Walaupun antibiotik ini mampu menyembuhkan penyakit-penyakit itu, namun aminoglikosid sangat bersifat nefrotoksik yaitu merusak ginjal. Karena itulah jenis antibiotik ini sekarang jarang atau bahkan tidak digunakan lagi. Dokter lebih memilih menggunakan anti biotik lain yang lebih aman bagi ginjal seperti sefalosporin, fluorokuinolon dan imipenem/silastatin.

2. Anti Inflamasi Non-Steroid  ( AINS )

Seperti namanya, obat ini digunakan untuk mengobati peradangan yang terjadi di dalam tubuh. Sifatnya yang tidak mengandung steroid lebih di sukai oleh dokter maupun pasien yang menyadari efek samping obat kortekosteroid yang besar. Meskipun begitu, walau tanpa steroid tidak berarti obat ini aman, karena nyatanya obat jenis ini masih mampu melukai ginjal, yang bisa berujung pada kerusakan ginjal parah. Merek dagang obat ini yang paling terkenal dan dijual bebas di pasaran adalah aspirin.

3. Zat kontras radiografi

Beberapa pemeriksaan dengan menggunakan radiasi sinar x ( radiologi ) menggunakan bahan ini untuk memperjelas citra radiografi. Penegakan diagnosa berupa pemeriksaan saluran kencing harus menggunakan bahan ini sebagai bahan evaluasi dokter. Lebih-lebih pemeriksaan dengan menggunakan alat canggih semacam CT scan maupun MRI hampir semua mengguankan bahan ini. Sayangnya efek bahan yang disebut kontras radiografi ini termasuk buruk buat ginjal. Karena itu, petugas akan mempertimbankan fungsi ginjal seseorang terlebih dahulu sebelum melakukan pemeriksaan. 

4. Analgetik (obat penghilang rasa sakit)

Obat-obatan analgetik atau pain killer punya efek langsung terhadap ginjal, yang menyebabkan kerusakan. bila merasakan sakit kepala atau pusing sebaiknya dicari tahu dulu sebabnya, jangan buru-buru menggunakan obat analgetik. Toh, obat ini hanya akan mengurangi rasa sakit saja tanpa mengobati akar dari sakit kepalanya. 

5. (Beberapa) jamu pegal linu, rematik dan pelangsing

Jamu murni adalah obat tradisoional yang terbuat dari bahan alami. Penggunaan yang sudah turun temurun sebagai solusi saat tubuh mengalami sakit membuat penggunaan jamu masih langgeng sampai sekarang. Sayangnya karena kenyataan itu, sekarag banyak pedagang jamu nakal yang mencampurkan bahan obat kimia ke dalam jamu demi mendapatkan efek yang cepat dan cespleng. Inilah pangkal tuduhan bahwa jamu justru akan mengakibatkan kerusakan pada ginjal. Jenis jamu yang sering disalahgunakan adalah jamu pegal linu, rematik bahkan jamu pelangsing.

Obat-obatan yang aman untuk ginjal 

Jika ada yang merusak, maka ada jenis obat yang tidak merusak ginjal. Yang mengejutkan, obatan-obatan yang selama ini di anggap merusak ginjal bagi banyak orang, ternyata aman bagi ginjal. Obat-obatan itu seperti obat-obatan yang dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama seperti obat hipertensi dan kolesterol. Masih menurut dr. Dharmeizar bahwa obat yang diharus diminum seumur hidup oleh penderita penyakit kronis seperti  hipertensi (tekanan darah tinggi) dan kolesterol justru tidak bersifat Nefro toksik atau aman untuk ginjal.

“Banyak orang yang salah kaprah, banyak pasien hipertensi atau kolesterol tinggi yang takut minum obat karena takut obatnya dapat merusak ginjal. Padahal sebenarnya obat yang diberikan itu aman untuk ginjal, justru kalau mereka tidak minum itu yang merusak ginjal adalah hipertensinya itu sendiri,” jelas dr. Dharmeizar.

Khusus untuk kolesterol, ada sumber lain mengatakan bahwa penggunaan obat kholesterol ternyata mampu meningkatkan potensi orang terkena diabetes tipe dua yang tidak kalah runyamnya dengan masalah kolesterol. Karena itu walau mungkin penggunaan obat tersebut aman, lebih baik meminimalisir penggunaan obat. Jika ada pilihan mencegah, tentu tindakan pencegahan dari penyakit lebih baik dari pada harus mengobati. Saya menyarankan penggunaaan obat herbal juga bisa menjadi salah satu alternatif agar anda bisa mengendalikan penyakit anda sekaligus tetap membuat ginjal anda sehat wal afiat.

Selamat sehat...


Share this article :

+ comments + 2 comments

January 31, 2017 at 8:24 PM

semoga kita tetap sehat

Post a Comment

Silahkan tinggalkan pertanyaan dan komentar anda di sini

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. sehatsangat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger